Laman

Ekspresi Seksualitas Superglad di album "Cinta dan Nafsu 2011"

Cinta dan Nafsu merupakan judul album yang alangkah cocok untuk membuat band rock asal Jakarta ini menjadi jujur dalam bermusik. Dua kata tersebut memang dekat dengan kehidupan Lukman ‘Buluk’ Laksmana, frontman band ini. Dan ‘jujur’ jadi sebuah kartu terakhir yang memenangkan permainan judi ini. 

Ketika pada lagu “Rajah Sayap Malaikat” Superglad memperdengarkan akar selera mereka sebenarnya, yakni heavy dan thrashy metal, album ini segera saja menang. Nampaknya kerja sama Superglad dan Jaya, gitaris legenda metal Indonesia Roxx sebagai produser album ini, berhasil. 

Kolaborasi tersebut memperdengarkan sisi baru Superglad yang terdengar melucutkan apapun itu ‘strategi’ untuk bisa menjadi komersial, maka di sini pula potensi maksimal mereka tereksplor dengan baik dan band ini terdengar kian menyenangkan dengan sound yang semakin tight. 

Supaya relationship nggak PANAS seperti NERAKA!

Sekali waktu sukiyem bertengkar dengan bakabon. sukiyem merasa bahwa tindakannya benar, dan bakabon juga merasa bahwa tindakannya benar. Keduanya tetap pada pendirian dan tidak ada yang mau melunak. Suasana di bioskop malam itu semakin dingin. Lebih dingin dari biasanya karena hati mereka juga beku. 
 
Mereka saling menjauh, bahkan tidak mau bertatapan. sukiyem mulai meneteskan air mata, bukan karena ia ingin dikasihani. Ia hanya bingung harus berbuat apa. ia tidak menyukai suasana itu, tapi ia merasa cukup benar dan enggan untuk meminta maaf. Akhirnya sukiyem meraih tangan bakabon dan memeluk bahunya erat-erat, sukiyem berkata: ane ga suka kita kayak gini! bakabon menjawab: maafin ane ya bos *sambil mengusap kepala sukiyem lembut* Tsahhh... Happy ending! sukiyem emang cewek langka.